Keluarga Berencana (Keluarga Berencana) dan Pemberdayaan Keluarga

Tujuan kegiatan ini  adalah pemenuhan permintaan masyarakat  akan pelayanan Keluarga Berencana yang berkualitas dalam upaya menurunkan angka kelahiran dan kematian ibu, bayi, anak dan memantapkan institusi masyarakat dan jaringan pelayanan Keluarga Berencana sampai pada tingkat lini lapangan serta pemberdayaan ekonomi keluarga yang diharapkan mampu meningkatkan kuantitas dan kualitas kelompok UPPKS, dengan hasil :

  1. Penyediaan Pelayanan Keluarga Berencana dan alat kontrasepsi bagi keluarga miskin, hasil kegiatan yang telah dicapai sampai dengan bulan Desember 2017 telah berhasil dibina menjadi peserta Keluarga Berencana baru 14.764 dan peserta KB aktif sebanyak : 140.170

Peserta Keluarga Berencana Aktif (PB)  menurut metode Kontrasepsi :    

NO

METODE

 Jumlah

Capaian

%

1

NON HORMONAL

4.253

28.81

 

Ø IUD

Ø MOW

Ø MOP

Ø KONDOM

3.253

407

179

413

22.04

2.75

1.22

2.80

2

HORMONAL

10.511

71.19

 

Ø IMPLANT

Ø SUNTIK

Ø PIL

2.541

7.036

934

17.21

47.66

6.32

       JUMLAH

14.763

100,00

Tabel diatas menunjukkan bahwa pencapaian Peserta KB Baru (PB) tahun 2017 sebanyak 14.763 akseptor.

  1. Pembinaan Kesertaan KB Jalur Khusus

Hasil kegiatan pembinaan kesertaan KB jalur khusus di kabupaten Karanganyar sebagai berikut :

NO

METODE

PA PRIA

%  PA Pria

PA MKJP

%  PA MKJP

1

2

3

4

5

6

7

MOP

KONDOM

IUD

MOW

IMPLANT

SUNTIK

PIL

1.139

4.116

-

-

-

-

-

0,66

2,42

-

-

-

-

-

1.139

-

22.509

11.635

1.139

13.768

-

0,66

-

13,28

6,84

0,66

-

-

      JUMLAH

5.255

3,09

49.051

34,99

Tabel diatas memperlihatkan bahwa Peserta KB Aktif (PA) pria masih sangat rendah (3.09 %) dari total Peserta KB Aktif (PA),  MOP sebesar 0,66 %. Dari sini terlihat bahwa peserta KB  mayoritas adalah wanita (96,91 %). Sedang Peserta KB Aktif (PA) Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) : 34,99 %.

  1. Pembinaan Keluarga Berencana (Keluarga Berencana) merupakan kegiatan bimbingan teknis/bimbingan pelayanan yang diharapkan dapat meningkatkan aktifitas tenaga pengelola program Keluarga Berencana khususnya penyuluh Keluarga Berencana, sedangkan kegiatan yang telah dilaksanakan adalah mengikut sertakan penyuluh Keluarga Berencana untuk mengikuti pembinaan/pelatihan yang dilaksanakan oleh BKKBN Provinsi Jawa Tengah guna menningkatkan kualitas petugas penyuluh Keluarga Berencana sebanyak 47 orang penyuluh Keluarga Berencana
  2. Operasional Tim Pengembangan Program Kependudukan dan Keluarga Berencana

NO

PUS BUKAN

PES KB

Jumlah

% terhadap

PUS (170.027)

1

2

3

4

Hamil

Ingin anak segera

Ingin anak ditunda

Tidak ingin anak lagi

4.877

11.788

6.496

6.760

2,87

6,89

3,83

3,98

         JUMLAH

29.921

17,56

Tabel diatas memperlihatkan bahwa jumlah Unmet need (penjarangan dan pembatasan) sebesar 13.265  atau 7,8 % dari PUS. Peningkatan partisipasi pria dalam Keluarga Berencana /Kesehatan Reproduksi

  1. Peningkatan Partisipasi Pria Dalam Program KB

Hasil capain partisipsi pria dalam program KB sebagai berikut :

NO

METODE

PA PRIA

%  PA Pria

PA MKJP

%  PA MKJP

1

2

MOP

KONDOM

1.139

4.116

0,66

2,42

1.139

-

0,66

-

      JUMLAH

5.255

3,09

 

 

  1. Biaya operasional Keluarga Berencana
  2. Pengadaan Sarana Kerja Petugas Lapangan KB

Hasil kegiatan sarana kerja petugas lapangan KB berupa tersedianya sarana kerja petugas lapangan KB berupa 36 buah Smart Phone yang diperuntukkan sebagai alat pencatatan dan pelaporan sekaligus megolah data capaian program KKBPK.

  1. Peningkatan Kesertaan KB Metode Kontrasepsi jangka Panjang

Hasil kegiatan peningkatan kesertaan KB Metode kontrasepsi jangka panjang sebagai berikut :

NO

METODE

PA PRIA

%  PA Pria

PA MKJP

%  PA MKJP

1

2

3

4

MOP

IUD

MOW

IMPLANT

1.139

-

-

-

0,66

-

-

-

1.139

22.509

11.635

1.139

0,66

13,28

6,84

0,66

      JUMLAH

5.255

3,09

49.051

34,99

Sampai dengan Desember 2017 kondisi Institusi masyarakat pedesaan pengelola Program (PPKKBD dan Sub PPKBD).

NO

Institusi / Kelompok Kegiatan

Desember, 2017

1

2

3

4

5

Kecamatan

Penyuluh KB

PPKBD

SUB. PPKBD

Kelompok KB

17

47

177

1.659

6.447

                     

  1. Koordinasi Pengelolaan Program

Kegiatan koordinasi pengelolaan program sebagai berikut :

  1. Rapat Koordinasi Program Tingkat Kabupaten
  2. Rapat Koordinasi Program Tingkat Kecamatan
  3. Rapat Koordinasi Program Tingkat Desa

Kegiatan  koordinasi pengelolaan program diharapkan terdapat komitmen dalam pelaksanaan program serta tersedia data pencapaian hasil kegiatan dan anggaran secara rutin setiap bulan melalui rapat koordinasi di Tk. Desa, Kecamatan dan Kabupaten serta data hasil program/perkembangan hasil program dan kegiatan serta anggaran tersedia setiap bulan

  1. Pengelolaan Data Informasi KB

Hasil kegiatan pengelolaan data informasi berupa tersedianya data statistik capaian program KKBPK.

1).  Data Basis Keluarga

Kegiatan pemutakhiran data basis keluarga ini dapat menjangkau seluruh RT yang ada Hasil Pendataan Keluarga :

  • Jumlah Pasangan Usia Subur        : 170.726
  • Jumlah Peserta Keluarga Berencana : 140.805
  • Bukan Peserta Keluarga Berencana :   29.921

2). Pengelolaan Sistem Informasi Gender dan Keluarga Berencana

Kegiatan pengelolaan sistem informasi Gender dan Keluarga Berencana diharapkan  dapat  menghasilkan analisis hasil program baik bulanan, tribulanan, semesteran maupun tahunan sebagai bahan penentuan prioritas penggarapan program di wilayah. Kegiatan ini dapat terlaksana dengan tertib sehingga data program dapat tersedia tepat waktu. Untuk tahun 2017 kegiatan ini dapat menghasilkan analisis pelaksanaan program setiap bulan, penilaian operasional program setiap tribulan, penilaian multi indikator program setiap semester dan laporan tahunan program

  1. Pemberdayaan ekonomi keluarga

Kegiatan pemberdayaan ekonomi keluarga ini diharapkan mampu meningkatkan kuantitas dan kualitas kelompok UPPKS, meningkatkan jumlah anggota kelompok yang memiliki kegiatan usaha ekonomi produktif.

  1. Program Pengembangan Pusat Pelayanan Informasi dan Konseling KRR :

Sosialisasi dan Pembinaan PIK- KRR (17 kecamatan)

Tujuan program ini adalah meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku remaja tentang hak-hak reproduksi dalam upaya peningkatan kualitas generasi mendatang.

Dengan kegiatan orientasi dan bimbingan teknis pengelola PIK-KRR/Pendirian PIK-KRR, orientasi dan bimbingan teknis pengelola PIK-KRR diharapkan dapat menumbuh kembangkan kelompok PIK-KRR pada 17 Kecamatan di Kabupaten Karanganyar baik kuantitas maupun kualitas, sehingga dari kegiatan PIK-KRR ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku remaja tentang hak-hak reproduksi.

  1. Program Penyiapan Tenaga Pendamping Kelompok Bina Keluarga :

Tujuan program ini dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia pendamping untuk pengelolaan kelompok bina keluarga. Dengan program ini diharapkan kuantitas dan kualitas kelompok bina keluarga semakin meningkat, adapun kegiatan yang dilaksanakan pada tahun 2017.